Guru tak harus lebih tua.
Dari anak kecilpun kita bisa belajar
Tepat dipenghujung bulan
oktober saat jam menunjukkan pukul 23.00 disaat keluarga kami sudah tertidur
tiba-tiba dering handphone papa berbunyi. Papapun mengangkat hpnya setelah
melihat nomer yang tertulis di layar Hp adalah “bunda Jombang Hp”.
“Innalilahi wa inna ilaihi
rojiun,” suara bunda mengawali pembicaraan lewat handphone tersebut. Bunda
lantas bercerita kalau barusan mendapat kabar dari Jakarta bahwa adek sepupu
mama “Mbak Azizah barusan dipanggil Alloh”.
Seperti mendengar petir
disiang hari sontak mata ini terbelalak dan tak lama kemudian rumah penuh
dengan air mata. Setelah berbicara
dengan semua family akhirnya diputuskan tidak semua keluarga akan berangkat ke
Jakarta tetapi hanya para sesepuh saja yang berangkat. Mamapun tidak diizinkan
berangkat (sedih rasanya padahal ingin ikut meluncur ke sana).
Keesokan paginya, adalah
hari sabtu dimana mama sudah berkomitmen kepada kakak bahwa setiap hari sabtu
kakak boleh bermain laptop maupun gadget. Saat mulai memainkan gadget kakak
tanpa sengaja membuka pesan BBM mama dari pandutnya yang berisi foto mbak
Azizah sebelum dikafani. Kakakpu mulai bertanya
“Ma, ini fotonya mbak
jijahkan?” tanyanya
“ Iya sayang,” jawabku
“Lho mbak jijah kenapa? Kok
bobo hidungnya dikasih kapas? Kan gak bisa nafas kalau hidungnya ditutup?”,
tanyanya lagi
Dengan mata berkaca-kaca
mama bercerita, “Mbak Jijah sudah meninggal sayang, Mbak Jijah pergi ke surga.”
Kak echa lalu memeluk mama, “
Mama jangan nangis, mbak jijah kan sekarang bahagia. Mbak Jijah kan pergi ke surga.
Kan nanti di surga semua yang dimau mbak jijah bakal terkabul. Klo mbak jijah
pingin apel datang apel. Mau susu ada susu.” Ucap kak echa menirukan mama dulu
waktu cerita surga dan neraka dan mama mengangguk.
“Kita do’a yuk ma biar
jalannya mbak jijah ke surga terang benderang!”, ucapnya kemudian dan ku balas
dengan anggukan. Lalu ku dengar kakak membaca surat alfatihah dan do’a kecilnya
untuk mbak jijah.
Ya
Alloh hari ini Kau panggil salah satu anggota keluarga kami, kami ikhlas ya
Alloh. Ampunilah dosa adik kami “Zahrina Ainun Azizah” dan berikanlah dia
tempat terindah disisiMu (surgaMu)”
Terima kasih kak echa sudah
menenangkan hati mama dengan nasihat dari kakak. Semoga kakak senantiasa
menjadi anak yang sholihah yang membuat mama dan papa bahagia. Big Hug from me
to you my lovely.







0 komentar:
Posting Komentar